Apapentingnya sosialisasi politik dalam pengembangan budaya politik? C. Tujuan 1. Mengetahui pengertian Politik 2. Mengetahui pengertian sosialisasi politik. 3. Mengetahui metode sosialisasi politik. 4. Mengetahui proses sosialisasi politik. 5. Mengetahui pentingnya sosialisasi politik dalam pengembangan budaya politik. BAB II PEMBAHASAN
PentingnyaSosilisasi Pengembangan Budaya Politik Budaya politik di dalam masyarakat seharusnya mengalami perkembangan kea rah yang lebih baik.Untuk itu, dibutuhkan sebuah strategi di dalam masyarakat agar budaya politiknya dapat berjalan k earah yang lebih baik.
b Definisi luas, sosialisasi politik merupakan semua usaha mempelajari politik baik formal maupun informal, disengaja ataupun terencana pada setiap tahap siklus kehidupan dan termasuk didalamnya tidak hanya secara eksplisit masalah belajar politik tetapi juga secara nominal belajat bersikap non politik mengenai karakteristik-karakteristik kepribadian yang bersangkutan.
pentingnyasosialisasi politik sosialisasi secara fundamental merupakan proses hasil belajar, belajar dari pengalaman/ pola-pola aksi. memberikan indikasi umum hasil belajar tingkah laku individu dan kelompok dalam batas-batas yang luas, dan lebih khusus lagi, berkenaan pengetahuan atau informasi, motif-motif (nilai- nilai) dan sikap-sikap.
Sosialisasipolitik bisa juga berfungsi untuk memelihara agar suatu sistem dapat berjalan dengan positif dan baik. Sosialisasi politik ingin menunjukkan relevansinya dengan sistem politik dan data mengenai orientasi anak-anak terhadap budaya politik orang dewasa, dan pelaksanaannya di masa mendatang mengenai sistem politik.
Vay Nhanh Fast Money. 100% found this document useful 5 votes34K views25 pagesDescriptionMakalah Tentang Pentingnya Sosialisasi Politik Dalam Pengembangan Budaya Politik Di Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 5 votes34K views25 pagesPentingnya Sosialisasi Politik Dalam Pengembangan Budaya PolitikDescriptionMakalah Tentang Pentingnya Sosialisasi Politik Dalam Pengembangan Budaya Politik Di descriptionJump to Page You are on page 1of 25 KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esayang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehingga penyusunan tugas inidapat ini disusun untuk diajukan sebagai tugas mata pelajaran pkn kls 2semester kasih disampaikan kepada Bpk/Ibu guru pembimbing yang telahmembimbing dan memberikan pelajaran demi lancarnya tugas tugas ini disusun semoga bermanfaat, agar dapat memenuhitugas mata Pelajaran Pendidikan KewarganegaraanKuta selatan, 07 agustus 2009PenyusunFiki firmansyah…….8Fadil arialdi………...7Eka julianto………...5Eka pradana………...61 DAFTAR ISI 1. Pendahuluan ………………………………………………...3 2. pentingnya sosialisasi politik dalam pengembangan budaya politik……………………………………………………….. sosialisasi politik………………...………...4 sosialisasi politik……………………………... sosialisasi politik………………………………. partai politik dalam sosialisasi budaya politik .9 3. Peran serta budaya politik partisipan……………………… timbulnya gerakan kea rah partisipasi politik ……………...………………………………………...18 – jenis partisipasi politik…..…………………… politik partisipan……………………………..234. Daftar pustaka………………………………………………24 2 PENDAHULUAN Kehidupan manusia di dalam masyarakat, memilikiperanan penting dalam sistem politik suatu negara. Manusia dalamkedudukannya sebagai makhluk sosial, senantiasa akan berinteraksidengan manusia lain dalam upaya mewujudkan kebutuhanhidupnya. Kebutuhan hidup manusia tidak cukup yang bersifatdasar, seperti makan, minum, biologis, pakaian dan papan rumah.Lebih dari itu, juga mencakup kebutuhan akan pengakuan eksistensidiri dan penghargaan dari orang lain dalam bentuk pujian,pemberian upah kerja, status sebagai anggota masyarakat, anggotasuatu partai politik tertentu dan warga negara, dalam kesehariannya hampir selalubersentuhan dengan aspek-aspek politik praktis baik yangbersimbol maupun tidak. Dalam proses pelaksanaannya dapatterjadi secara langsung atau tidak langsung dengan praktik-praktikpolitik. Jika secara tidak langsung, hal ini sebatas mendengarinformasi, atau berita-berita tentang peristiwa politik yang jika seraca langsung, berarti orang tersebut terlibat dalamperistiwa politik politik yang merupakan bagian dari keseharian dalaminteraksi antar warga negara dengan pemerintah, dan institusi-institusi di luar pemerintah non-formal, telah menghasilkan danmembentuk variasi pendapat, pandangan dan pengetahuan tentangpraktik-praktik perilaku politik dalam semua sistem politik. Olehkarena itu, seringkali kita bisa melihat dan mengukur pengetahuan-pengetahuan, perasaan dan sikap warga negara terhadapnegaranya, pemerintahnya, pemimpim politik dan politik, merupakan bagian dari kebudayaan masyarakatdengan ciri-ciri yang lebih khas. Istilah budaya politik meliputimasalah legitimasi, pengaturan kekuasaan, proses pembuatankebijakan pemerintah, kegiatan partai-partai politik, perilakuaparat negara, serta gejolak masyarakat terhadap kekuasaan politik juga memasuki dunia keagamaan, kegiatan ekonomidan sosial, kehidupan pribadi dan sosial secara luas. Dengandemikian, budaya politik langsung mempengaruhi kehidupan politikdan menentukan keputusan nasional yang menyangkut polapengalokasian sumber-sumber masyarakat. 3 Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
100% found this document useful 3 votes5K views47 pagesOriginal TitleBudaya ICopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsPPT, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 3 votes5K views47 pagesBudaya Politik - PPT SMSTR IOriginal TitleBudaya IJump to Page You are on page 1of 47 You're Reading a Free Preview Pages 8 to 14 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 19 to 43 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Sosialisasi Politik, merupakan salah satu dari fungsi-fungsi input sistem politik yang berlaku di negara-negara manapun juga baik yang menganut sistem politik demokratis, otoriter, diktator dan sebagainya. Sosialisasi politik, merupakan proses pembentukan sikap dan orientasi politik pada anggota masyarakat. Keterlaksanaan sosialisasi politik, sangat ditentukan oleh lingkungan sosial, ekonomi, dan kebudayaan di mana seseorang/individu berada. Selain itu, juga ditentukan oleh interaksi pengalamanÂ-pengalaman serta kepribadian seseorang. Sosialisasi politik, merupakan proses yang berĂ‚Âlangsung lama dan rumit yang dihasilkan dari usaha saling mempengaruhi di antara kepribadian individu dengan pengalaman-pengalaman politik yang relevan yang memberi bentuk terhadap tingkah laku politiknya. Pengetahuan, nilai-nilai, dan sikapÂ-sikap yang diperoleh seseorang itu membentuk satu layar persepsi, melalui mana individu menerima rangsangan-rangsangan politik. Tingkah laku politik seseorang berkembang secara berangsur-angsur. Jadi, sosialisasi politik adalah proses dengan mana individu-individu dapat memperoleh pengetahuan, nilai-nilai, dan sikap-sikap terhadap sistem politik masyarakatnya. Peristiwa ini tidak menjamin bahwa masyarakat mengesahkan sistem politiknya, sekalipun hal ini mungkin bisa terjadi. Sebab hal ini bisa saja menyebabkan pengingkaran terhadap legitimasi. Akan tetapi, apakah akan menuju kepada stagnasi atau perubahan, tergantung pada keadaan yang menyebabkan pengingkaran tersebut. Apabila tidak ada legitimasi itu disertai dengan sikap bermusuhan yang aktif terhadap sistem politiknya, maka perubahan mungkin terjadi. Akan tetapi, apabila legitimasi itu dibarengi dengan sikap apatis terhadap sistem politiknya, bukan tak mungkin yang dihasilkan stagnasi Berbagai pengertian atau batasan mengenai sosialisasi politik telah banyak dilakukan oleh para ilmuwan terkemuka. Sama halnya dengan pengertian-pengertian tentang budaya politik, sistem politik dan seterusnya, meskipun diantara para ahli politik terdapat perbedaan, namun pada umumnya tetap pada prinsip-prinsip dan koridor yang sama. Berikut ini akan dikemukana beberapa pengertian sosialisasi politik menurut para ahli. David F. Aberle, dalam Culture and Socialization Sosialisasi politik adalah pola-pola mengenai aksi sosial, atau aspek-aspek tingkah laku, yang menanamkan pada individu-individu keterampilan-keterampilan termasuk ilmu pengetahuan, motif-motif dan sikap-sikap yang perlu untuk menampilkan peranan-peranan yang sekarang atau yang tengah diantisipasikan dan yang terus berkelanjutan sepanjang kehidupan manusia normal, sejauh peranan-peranan baru masih harus terus dipelajari. Gabriel A. Almond Sosialisasi politik menunjukkan pada proses dimana sikap-sikap politik dan pola-pola tingkah laku politik diperoleh atau dibentuk, dan juga merupakan sarana bagi suatu generasi untuk menyampaikan patokan-patokan politik dan keyakinan-keyakinan politik kepada generasi berikutnya. Irvin L. Child Sosialisasi politik adalah segenap proses dengan mana individu, yang dilahirkan dengan banyak sekali jajaran potensi tingkah laku, dituntut untuk mengembangkan tingkah laku aktualnya yang dibatasi di dalam satu jajaran yang menjadi kebiasaannya dan bisa diterima olehnya sesuai dengan standar-standar dari kelompoknya. Richard E. Dawson dkk. Sosialisasi politik dapat dipandang sebagai suatu pewarisan pengetahuan, nilai-nilai dan pandangan-pandangan politik dari orang tua, guru, dan sarana-sarana sosialisasi yang lainnya kepada warga negara baru dan mereka yang menginjak dewasa. Eisentadt, dalamFrom Generation to Ganeration Sosialisasi politik adalah komunikasi dengan dan dipelajari oleh manusia lain, dengan siapa individu-individu yang secara bertahap memasuki beberapa jenis relasi-relasi umum. Oleh Mochtar Masoed disebut dengan transmisi kebudayaan. Denis Kavanagh Sosialisasi politik merupakan suatu proses dimana seseorang mempelajari dan menumbuhkan pandangannya tentang politik. Alfian Mengartikan pendidikan politik sebagai usaha sadar untuk mengubah proses sosialisasi politik masyarakat, sehingga mereka mengalami dan menghayati betul nilai-nilai yang terkandung dalam suatu sistem politik yang ideal yang hendak dibangun. Hasil dari penghayatan itu akan melahirkan sikap dan perilaku politik baru yang mendukung sistem politik yang ideal tersebut, dan bersamaan dengan itu lahir pulalah kebudayaan politik baru. Perkembangan sosiologi politik diawali pada masa kanak-kanak atau remaja. Hasil riset David Easton dan Robert Hess mengemukakan bahwa di Amerika Serikat, belajar politik dimulai pada usia tiga tahun dan menjadi mantap pada usia tujuh tahun. Tahap lebih awal dari belajar politik mencakup perkembangan dari ikatan-ikatan lingkungan,, seperti “keterikatan kepada sekolah-sekolah mereka“, bahwa mereka berdiam di suatu daerah tertentu. Anak muda itu mempunyai kepercayaan pada keindahan negerinva, kebaikan serta kebersihan rakyatnya. Manifestasi ini diikuti oleh simbol-simbol otoritas umum, seperti agen polisi, presiden, dan bendera nasional. Pada usia sembilan dan sepuluh tahun timbul kesadaran akan konsep yang lebih abstrak, seperti pemberian suara, demokrasi, kebebasan sipil, dan peranan warga negara dalam sistem politik. Peranan keluarga dalam sosialisasi politik sangat penting. Menurut Easton dan Hess, anak-anak mempunyai gambaran yang sama mengenai ayahnya dan presiden selama bertahun-tahun di sekolah awal. Keduanya dianggap sebagai tokoh kekuasaan. Easton dan Dennis mengutarakan ada 4 empat tahap dalam proses sosialisasi politik dari anak, yaitu sebagai berikut. Pengenalan otoritas melalui individu tertentu, seperti orang tua anak, presiden dan pembedaan antara otoritas internal dan yang ekternal, yaitu antara pejabat swasta dan pejabat mengenai institusi-institusi politik yang impersonal, seperti kongres parlemen, mahkamah agung, dan pemungutan suara pemilu.Perkembangan pembedaan antara institusi-institusi politik dan mereka yang terlibat dalam aktivitas yang diasosiasikan dengan institusi-institusi ini. Suatu penelitian secara khusus telah dilakukan guna menyelidiki nilai-nilai pengasuhan anak yang dilakukan oleh berbagai generasi orang tua di Rusia. Nilai-nilai itu adalah sebagai berikut Tradisi; terutama agama, tetapi juga termasuk ikatan-ikatan kekeluargaan dantradisi pada umumnyaPrestasi; ketekunan, pencapaian/perolehan, ganjaran-ganjaran material mobilitas kejujuran, ketulusan, keadilan, dan kemurahan diri; bergaul dengan balk, menjauhkan diri dari kericuhan, menjaga keamanan dan belajar dan pengetahuan sebagai sikap-sikap, nilai-nilai, dan kepercayaan berkaitan dengan pemerinĂ‚Âtahan. Sosialisasi politik adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses dengan jalan mana orang belajar tentang politik dan mengembangkan orientasi pada politik. Adapun sarana alat yang dapat dijadikan sebagai perantara/sarana dalam sosialisasi politik, antara lain 1 Keluarga family Wadah penanaman sosialisasi nilai-nilai politik yang paling efisien dan efektif adalah di dalam keluarga. Di mulai dari keluarga inilah antara orang tua dengan anak, sering terjadi obrolan politik ringan tentang segala hal, sehingga tanpa disadari terjadi tranfer pengetahuan dan nilai-nilai politik tertentu yang diserap oleh si anak. 2 Sekolah Di sekolah melalui pelajaran civics education pendidikan kewarganegaraan, siswa dan gurunya saling bertukar informasi dan berinteraksi dalam membahas topik-topik tertentu yang mengandung nilai-nilai politik teoritis maupun praktis. Dengan demikian, siswa telah memperoleh pengetahuan awal tentang kehidupan berpolitik secara dini dan nilai-nilai politik yang benar dari sudut pandang akademis. 3 Partai Politik Salah satu fungsi dari partai politik adalah dapat memainkan peran sebagai sosialisasi politik. Ini berarti partai politik tersebut setelah merekrut anggota kader maupun simpati-sannya secara periodik maupun pada saat kampanye, mampu menanamkan nilai-nilai dan norma-norma dari satu generasi ke generasi berikutnya. Partai politik harus mampu men-ciptakan “image” memperjuangkan kepentingan umum, agar mendapat dukungan luas dari masyarakat dan senantiasa dapat memenangkan pemilu. Khusus pada masyarakat primitif, proses sosialisasi terdapat banyak perbedaan. Menurut Robert Le Vine yang telah menyelidiki sosialisasi di kalangan dua suku bangsa di Kenya Barat Daya kedua suku bangsa tersebut merupakan kelompok-kelompok yang tidak tersentralisasi dan sifatnya patriarkis. Mereka mempunyai dasar penghidupan yang sama dan ditandai ciri karakteristik oleh permusuhan berdarah. Akan tetapi, suku Neuer pada dasarnya bersifat egaliter percaya semua orang sama derajatnya dan pasif, sedangkan suku Gusii bersifat otoriter dan agresif. Anak dari masing-masing suku didorong dalam menghayati tradisi mereka masing-masing.
Political culture is the pattern of individual behavior and orientation towards political life that is lived by the members of a system. Political culture is a citizen's perception that is actualized in the pattern of attitudes towards political problems and political events that occur so that it has an impact on the formation of the political structure and process of society and government because the political system is a relationship between humans which involves questions about rules, power, and also the authority they have. Thus the existence of political culture in Indonesia is very interesting to study. The method used in writing this journal is a qualitative method by conducting library research on political culture in Indonesia. The purpose of writing this journal is to describe the existence of political culture in Indonesia in accordance with the context, situation and objectives of political development in Word Culture, government, politic, political culture, politik adalah pola tingkah laku indvidu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota dari suatu sistem. Budaya politik merupakan persepssi warga negara yang diaktualisasikan dalam pola sikap terhadap masalah politik dan peristiwa politik yang terjadi sehingga berdampak terhadap pembentukan struktur dan proses politik. Masyarakat maupun pemerintahan karena sistem politik merupakan hubungan antar manusia yang menyangkut soal tentang aturan, kekuasaan, dan juga wewenang yang dimiliki. Dengan demikian eksistensi budaya politik di Indonesia sangat menarik untuk dikaji. Metode yang digunakan dalam penulisan jurnal ini adalah metode kualitatif dengan melakukan riset kepustakaan tentang budaya politik yang ada di penulisan jurnal ini adalah untuk mendeskripsikan eksistensi budaya politik di Indonesia sesuai dengan konteks, situasi dan tujuan pembangunan politik di Indonesia. Kata Kunci Budaya, pemerintahan, politik, politik budaya, sosialisasi To read the full-text of this research, you can request a copy directly from the has not been able to resolve any citations for this anak belajar mengenal budaya politik lebih luas dan belajar mengaplikasikan budaya politik yang mereka kenal. Contoh sosialisasi politik di sekolah pemilihan ketua OSIS, pembuatan AD-ART dalam setiap organisasi yang diikuti, serta forum-forum diskusi atau musyawarahSekolah Merupakan Agen Penting Bagi Sosialisasi PolitikSekolah merupakan agen penting bagi sosialisasi politik. Disini anak belajar mengenal budaya politik lebih luas dan belajar mengaplikasikan budaya politik yang mereka kenal. Contoh sosialisasi politik di sekolah pemilihan ketua OSIS, pembuatan AD-ART dalam setiap organisasi yang diikuti, serta forum-forum diskusi atau mengemukakan pentingnya sosialisasi politik dalam pengembangan budaya politik sebagai berikutA GabrielGabriel A. Almond mengemukakan pentingnya sosialisasi politik dalam pengembangan budaya politik sebagai berikut 40Jakarta PT. Grafindo Media //PratamaA AimPendidikan KewarganegaraanAim, A. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta PT. Grafindo Media //Pratama. Politik Antara Pemahaman dan Realitas. Jakarta Yayasan Obor IndonesiaFirmanzahFirmanzah. Marketing Politik Antara Pemahaman dan Realitas. Jakarta Yayasan Obor Indonesia. Columbus Untuk Indonesia 70 Tahun Professor Bill Liddle dari Murid dan Sahabat Jakarta Kepustakaan Populer GramediaB LiddleLiddle, B. Dari Columbus Untuk Indonesia 70 Tahun Professor Bill Liddle dari Murid dan Sahabat Jakarta Kepustakaan Populer Gramedia. Etika Magnis-SusenoPolitikMagnis-Suseno, F. Etika Politik. Jakarta Gramedia, M SetiadiSetiadi, EM. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta Kencana, PT. Gramedia Pustaka UtamaA SuhelmiPemikiran PolitikBaratSuhelmi, A. Pemikiran Politik Barat. Jakarta PT. Gramedia Pustaka Utama. Pendidikan SyarbainiPancasilaSyarbaini, S. Pendidikan Pancasila. Bogor Ghalia Indonesia. 2009.
Origin is unreachable Error code 523 2023-06-16 072523 UTC What happened? The origin web server is not reachable. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Check your DNS Settings. A 523 error means that Cloudflare could not reach your host web server. The most common cause is that your DNS settings are incorrect. Please contact your hosting provider to confirm your origin IP and then make sure the correct IP is listed for your A record in your Cloudflare DNS Settings page. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d815176cad41b04 • Your IP • Performance & security by Cloudflare
pentingnya sosialisasi pengembangan budaya politik