PeranKeluarga ditengah Gaya Hidup Modern 1. Keluarga Kristiani perlu membangun persekutuan antar-pribadi dan melayani kehidupan 2. Membangun persekutuan antar-pribadi dapat dilakukan dengan meletakkan cinta kasih sebagai asas dan kekuatan yang mempersatukan masing masing anggotanya. 14. 3. Yangbukan peran keluarga ditengah gaya hidup modern agar dapat mengambil sikap yang tepat adalah. Terpopuler . Cara Belajar Berikut beberapa kelebihan satwa harapan yang dipelihara kecuali. Missquyen_4 3 days ago. Cara Belajar Tentukan hal hal yang harus diperhatikan dalam membuat kerajinan berbasis media campuran. SeksBebas Anak Muda. Bagaimanakan peran keluarga dalam menghadapi dampak negatif akibat gaya hidup modern. Gaya hidup yang konsumtif elegan individualis serba praktis dsb. Tetapi tidak sedikit gaya hidup modern diisyarati dengan hal-hal yang negatif semacam. Jelaskan dampak positif dan dampak negatif akibat gaya hidup modern. 3Contoh Penyimpangan Sosial Positif Dalam Kehidupan Sehari-hari. Dalam kehidupan sehari-hari pasti terdapat berbagai macam aturan atau nilai-nilai masyarakat. Aturan-aturan atau nilai-nilai dalam masyarakat ini diharapkan dapat membina semua anggota masyarakat dalam bertindak dan bertingkah laku demi kebaikan bersama. Memilihjawaban, yang dibedakan menjadi: Mensuplai jawaban, dibedakan menjadi: Penilaian Produk Penilaian Portofolio Penilaian Diri Self assessment Pengertian Gaya Hidup Modern Bentuk Gaya Hidup Modern dalam Keluarga di Indonesia Peran Keluarga ditengah Gaya Hidup Modern Pengertian Modernisasi Kelas 11 SMA Pendidikan Agama Kristen dan Budi Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd Nợ Xấu. 72 Kelas XI SMA 3. Peran keluarga di tengah gaya hidup modern Sebagai seorang remaja yang terlibat dalam proses kehidupan modern, kamu perlu memahami kehadiran dan peran keluarga, selanjutnya melakukan analisis agar dapat mengambil sikap yang tepat. Dalam perspektif Kristiani dapat diungkap bahwa peran keluarga di tengah gaya hidup modern sangatlah penting dan perlu dicermati. Beberapa aspek dapat diidentiikasi sebagai berikut 1. Keluarga kristiani perlu membangun persekutuan pribadi-pribadi, dan melayani kehidupan. Keluarga kristiani juga dituntut untuk turut serta mengembangkan kehidupan perutusan gereja. 2. Dalam kehidupan keluarga Kristen, perlu dibangun persekutuan pribadi-pribadi yang dapat dilakukan dengan meletakkan cinta kasih sebagai asas dan kekuatan yang mempersatukan masing-masing anggotanya. Keluarga Kristen perlu menjaga persatuan yang utuh antara suami-istri dan membangun sebuah bentuk persatuan yang tidak terceraikan. Keluarga Kristen yang modern dalam perkembangan keadaan, perlu memberikan penghargaan yang tinggi terhadap hak-hak dan peranan perempuan, hal ini sebetulnya juga menjadi perhatian negara maupun pada aras dunia. Di samping itu keluarga juga perlu menjunjung tinggi hak-hak anak dan menganggap mereka memiliki pemikiran yang patut dihargai. Kehadiran orang lanjut usia yang menjadi anggota dalam keluarga juga perlu diperhatikan kebutuhannya dan mendapat penghargaan yang selayaknya. 3. Dalam kaitan dengan perkembangan masyarakat, keluarga dipanggil untuk turut serta dalam mengembangkan masyarakat, karena pada hakekatnya keluarga merupakan sel masyarakat yang pertama dan amat penting. Kehidupan berkeluarga pada hakekatnya merupakan pengalaman hidup bersatu dan berbagi rasa, sadar akan peranan sosial bagi lingkungan. Oleh karena itu, keluarga Kristen perlu menyadari terhadap rakhmat dan tanggung-jawabnya bagi masyarakat. 4. Di tengah perubahan keadaan dan masyarakat, keluarga perlu terlibat dalam hidup dan perutusan gereja. Hal itu dapat dilakukan dengan cara bersungguh- sungguh dalam membangun persekutuan keluarga yang beriman secara Gambar Simbol modernisasi tak pernah lepas dari kehidupan remaja masa kini Diunduh dari http Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 73 kokoh. Justru di tengah perubahan yang ada, keluarga Kristen harus mampu membangun persekutuan antar anggota keluarga untuk terus menerus berdialog dengan Tuhan dengan berbagai cara. Melalui keluarga kita bisa membangun persekutuan dengan orang lain dan melayani kebutuhan sesama. Oleh karena itu, keluarga Kristen diharapkan dapat melakukan iltrasi atau menyaring pengaruh negatif dari gaya hidup modern. Dengan demikian di tengah-tengah arus modernisasi keluarga Kristen mampu mejadi agen penanaman semangat positif yang tercermin dalam gaya hidup modern. Tahukah kamu bahwa sesungguhnya Alkitab memberikan contoh baik yang positif dan negatif berkaitan dengan gaya hidup modern pada waktu itu. Tentu kita bisa belajar dari contoh-contoh tersebut. Contoh yang positif kita bisa melihatnya dari Kejadian 3522b-29. Sedangkan contoh yang negatif terambil dari Matius 1916-26. Dalam Kejadian 3522b-29 mengisahkan tentang kehidupan keluarga Yakub yang memiliki 13 orang anak. Dari 13 anak tersebut Yusuf yang sudah menginjak remaja dikasihi oleh Yakub. Tentu saja hal ini menyebabkan para saudaranya iri hati. Lalu mereka menjual Yusuf menjadi budak di tanah Mesir. Namun pengaruh keluarga Yusuf yang dekat dengan Tuhan masih sangat mewarnai kehidupan Yusuf di tanah Mesir. Yusuf di tanah Mesir akhirnya dapat menjadi pemimpin muda di tengah lingkungan yang maju, bisa dikatakan modern pada saat itu, Yusuf tetap taat dan menjadi pemimpin muda yang takut kepada Tuhan. Akhirnya, Yusuf mampu menolong bapak dan saudara-saudaranya lepas dari bahaya kelaparan, hidup dalam “gaya hidup modern” di tanah Mesir, tetap memelihara kasihnya kepada Tuhan dan keluarganya. Walaupun saudara-saudaranya pernah membenci dan membuang dia, namun ia mampu mengatasi luka batin dan mengampuni para saudaranya sehingga dia dapat mentransformasi keluarganya, hidup berkecukupan dan tetap berjalan seturut dengan kehendak Tuhan. Contoh yang negatif dapat kita lihat dari kehidupan orang muda yang kaya, yang memiliki “gaya hidup modern” pada waktu itu, dapat kita pelajari dari Matius 1916-26. Meskipun orang muda pada ayat itu hidup bergelimang harta dan gaya hidup yang up to date tetapi ia mengalami kekosongan dan kebimbangan hidup, serta mencari jawaban kepada Tuhan Yesus. Pada saat Tuhan Yesus memberikan pilihan untuk hidup di jalan Tuhan atau “jalan dunia”, sayangnya orang muda tersebut memilih hidup dalam harta dunia yang dimiliki, terkungkung dalam pengaruh gaya hidup buruk yang ia pilih. Akibatnya dia kehilangan Kristus sebagai sumber kehidupan dan berkat. Diunduh dari http 74 Kelas XI SMA Kegiatan 3 Diskusi Kelompok kecil atau seluruh kelas penilaian kinerja 1. Apakah kamu termasuk orang yang memiliki gaya hidup modern? Jelaskan …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… 2. Apakah keluargamu termasuk keluarga yang memiliki gaya hidup modern? Jelaskan …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… 3. Bentuk gaya hidup modern seperti apa yang ada dalam dirimu? Jelaskan …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… 4. Bentuk gaya hidup modern seperti apa yang ada dalam keluargamu? Jelaskan …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… Kegiatan 4 Membuat Tulisan Guru akan membimbing kamu dalam kelompok atau individu untuk membuat tulisan mengenai apa yang kamu temukan ketika melakukan proses menggali informasi mengenai bentuk-bentuk gaya hidup modern yang kamu lakukan dan alami di lingkungan keluarga masing-masing. Kegiatan 5 Presentasi Guru akan meminta kamu untuk mempresentasikan hasil yang kamu peroleh dari proses menggali informasi yang kamu lakukan dengan subjek diri kamu sendiri dan keluarga kamu mengenai bentuk-bentuk gaya hidup modern. Diunduh dari http Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 75 C. Pe nutup Slides 8 Download presentation Keluargaku dalam Gaya Hidup Modern Gaya Hidup Modern? ? ? GAYA HIDUP 1. sebuah pola hidup seseorang di dunia yang diekspresikan dalam aktivitas, minat dan opini. Gaya hidup menggambarkan keseluruhan diri seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya Kotler -2002. 2. hal yang menunjukkan bagaimana orang hidup, bagaimana membelanjakan uangnya, dan bagaimana mengalokasikan waktunya Minor dan Mowen-2002. Gaya Hidup Modern? ? ? MODERN üBerasal dari bahasa Latin yaitu modernus yang berarti saat ini, atau sesuatu yang menunjuk pada sifat kekinian. üDi dalamnya tercermin suatu nilai yang mengarahkan seseorang untuk bersikap efektif, efisien, praktis, sederhana dan menghargai waktu. Gaya Hidup Modern di Indonesia “Status sangatlah penting” “Punya mobilitas tinggi” “SOSIALITA” “Olahrga mahal golf” “Pernikahan supermewah” “Serba instant” “Punya banyak teknologi komunikasi” Konsumerisme gaya hidup yang menganggap barang-barang mewah sebagai ukuran kebahagiaan dan kesenangan. Materialisme pandangan hidup yang mencari dasar segala sesuatu termasuk kehidupan manusia di dalam kebendaan semata-mata dengan mengesampingkan segala sesuatu yang mengatasi alam indera. Hedonisme paham atau pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi merupakan tujuan utama dalam kehidupan didunia. Peran Keluarga dalam menghadapi Gaya Hidup Modern 1. Membangun persekutuan antar-pribadi Meletakkan cinta kasih sebagai asas dan kekuatan yang mempersatukan masing-masing anggotanya. - Keluarga kuat yang tak terceraikan - Penghargaan yang tinggi kepada perempuan dalam keluarga - menjunjung tinggi hak-hak anak dan menganggap mereka memiliki pemikiran yang patut dihargai. - Kehadiran orang lanjut usia yang menjadi anggota dalam keluarga juga perlu diperhatikan kebutuhannya dan mendapat penghargaan yang selayaknya. Peran Keluarga dalam menghadapi Gaya Hidup Modern 2. Melayani Kehidupan Keluarga dipanggil untuk turut serta dalam mengembangkan masyarakat, karena pada hakekatnya keluarga merupakan sel masyarakat yang pertama dan amat penting. - Terlibat dalam hidup dan perutusan gereja - membangun persekutuan keluarga yang beriman secara kokoh. - membangun persekutuan antar anggotanya untuk terus menerus berdialog dengan Tuhan melalui berbagai cara. - Penanam semangat positif yang tercermin dalam gaya hidup modern. Menengok Alkitab Kejadian 35 22 b-29 Sikap Yusuf dalam keberlimpahannya mampu tetap memiliki keteguhan hati untuk merawat dan memelihara kehidupannya dan kehidupan keluarganya. Matius 19 16 -26 Suatu contoh negatif dari sikap seseorang yang tidak mampu menguasai kehidupannya dan tidak mampu menghindari dampak negatif dari gaya hidup modern yang ia miliki. Akibatya ia kehilangan sumber dari segala kehidupan sejati yaitu Kristus yang adalah Tuhan dan Juruselamat. Minggu, 26 Oktober 2014 Bacaan Kejadian 2 18 – 25 & Kolose 3 23 Berbagi Peran di Dalam Keluarga Modern Tema kita kali ini cukup menantang, yakni berbagi peran di dalam keluarga modern. Disini di tekankan untuk keluarga modern, bukan keluarga kuno. Kenapa? karena kita memang hidup di jaman modern. Tentu saja, kita bisa menengok sedikit ke belakang, bagaimana keluarga kuno membagi peran dalam keluarganya. Yang jelas, aturan main atau peran dalam keluarga kuno, sangat berbeda dengan keluarga modern saat ini. Dalam sebuah keluarga kuno, peran seorang ayah, ibu, dan anak-anak sudah sangat jelas, dan konon lebih banyak didominasi oleh ayah atau orang tuanya. Dulu ada istilah seorang isteri sebagai “kanca wingking” saja, alias perannya hanya di belakang saja. Semua keputusan diserahkan pada bapaknya. Bahkan ada juga istilah “isteri itu swarga nunut, neraka katut”. Alias, seorang isteri itu, kalau suaminya masuk surga, ya isteri ikut masuk, tetapi kalau suaminya masuk neraka, ya mau gak mau isteri harus ikut juga. CELAKA!!!. Itulah sedikit gambaran peran keluarga dalam keluarga kuno. Tentu hal ini, tidak lagi berlaku bagi sebuah keluarga modern. Dalam bacaan kita di Kitab Kejadian di atas, sejak awal Tuhan sudah menetapkan bahwa tidak baik manusia itu hidup seorang diri. Maka sejak awal dunia, Tuhan sudah memberikan pasangan atau penolong yang sepadan. Ini menunjukkan bahwa kita sebagai keluarga Kristen modern, patut berkaca pada apa yang telah ditentukan Tuhan sejak semula. Seorang ayah harus mengasihi isteri dan anak-anaknya, seorang isteri wajib tunduk pada suami, dan anak-anak wajib hormat kepada orang tuanya. Semua mesti dijalankan dengan sepenuh hati dan penuh kasih seperti yang dituliskan dalam Kolose 3 23 di atas. Dalam keluarga Kristen modern, meski tugas utama seorang ayah adalah mencari nafkah, tetapi tidak perlu malu di saat libur membantu pekerjaan rumah isterinya, seperti mencuci baju, menyapu, mengepel lantai, ataupun membantu masak di dapur. Bila seorang ayah dengan senang hati melakukan hal ini, niscaya isteri dan anak-anaknya pun pada akhirnya tidak keberatan untuk saling membantu dalam menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan rumah tangganya. Demikian juga bila dalam sebuah keluarga, ternyata justru seorang isteri yang lebih berperan dalam mencari nafkah, maka di saat libur, juga bisa membantu pekerjaan rumah , baik pekerjaan suaminya atau pekerjaan anak-anaknya. Berbagi peran dalam sebuah keluarga Kristen modern, sudah jamak dan lumrah. Tidak perlu canggung untuk menjalankannya, apapun peran itu. Firman Tuhan sangat jelas bagi kita, untuk melakukan apapun yang kita kerjakan dengan sungguh-sungguh seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Rumah keluarga Kristen modern harus menjadi tempat berlabuh yang sejuk dan damai bagi anggota keluarga. Di rumah dan di dalam keluargalah kita bisa menikmati kebahagiaan bersama. Di sanalah Damai Sejahtera Allah di limpahkan. Selamat menjalankan peran masing-masing di dalam keluarga masing-masing. Tuhan memberkati. GW. Comments comments - Modernisasi adalah sebuah proses ketika sistem kehidupan berubah dari tradisional sederhana menjadi modern. Tentunya, modernisasi terjadi melalui tahapan-tahapan tertentu hingga bisa memunculkan dampak positif dan negatif. Peavey Marisha dalam Indonesia dan Modernisasi 20205-6 merangkum beberapa pendapat ahli mengenai tahapan modernisasi menjadi lima langkah. Pertama, dimulai dari masyarakat tradisional yang menggunakan sistem barter. Kemudian, dilanjutkan oleh “persiapan tinggal landas" yang ditandai dengan mulai adanya spesialisasi bidang, misalnya siapa yang menjadi produsen, distributor, konsumen, dan pemegang transportasi. Setelah siap, maka “tinggal landas" terjadi ketika industri sederhana pertanian mulai berkembang menjadi manufaktur pengubahan bahan mentah menjadi barang konsumsi. Perkembangan selanjutnya akan menunjukkan “kematangan" yang ditandai dengan meluasnya distribusi barang hasil produksi tadi dan mulai bergantung pada sektor impor. Tahapan terakhir ditandai ketika barang atau jasa yang telah dihasilkan menjadi “konsumsi massa". Dominasi dari berbagai pelayanan dan barang yang disediakan akan terlihat ketika permintaan dunia terhadapnya besar. Bidang Modernisasi Kita bisa melihat modernisasi melalui berbagai bidang. Pertama, ada “komunikasi" canggih yang digunakan seluruh masyarakat dunia, misalnya telepon genggam, Android, atau bahkan laptop yang menggunakan internet. Lalu, bidang modernisasi kedua terdapat di bidang “pekerjaan". Alat-alat berteknologi canggih mulai digunakan menggantikan manusia. Kita dapat melihat contoh dari seorang penjaga pintu tol yang sudah digantikan mesin sekarang. Dalam “transportasi", modernisasi memberikan kemudahan seseorang ketika ingin pergi ke berbagai belahan dunia manapun. Kita bisa melihat adanya pesawat yang membuat seseorang dengan singkatnya sampai ke tempat lain, atau bahkan negara lain. Di bidang “kesehatan", bukti modernisasi terlihat ketika adanya peralatan medis canggih. Masyarakat yang dahulu menggunakan obat tradisional misalnya, hadirnya modernisasi membuat mereka meninggalkan obat tersebut dengan yang lebih mujarab berdasarkan penelitian. Selanjutnya, “media massa" yang bisa memberikan informasi lebih cepat dari sebelumnya. Misalnya, ketika kita melihat berita di televisi, maka sesuatu yang baru terjadi di luar sana dengan mudahnya dapat diketahui. Selain itu, ada “agama" dari berbagai negara yang bisa dikenal melalui modernisasi hingga manusia mulai melupakan kepercayaan lamanya. Terakhir, “politik" juga merupakan bidang yang terpengaruh di mana mulai terbentuk organisasi dunia, salah satu contohnya ASEAN. Kemendikbud melalui websitenya menyebutkan beberapa dampak positif dan negatif dari adanya modernisasi. Berikut ini penjelasannya. Dampak Positif 1. Perubahan Tata Nilai dan Sikap Modernisasi membawa seseorang bisa menghargai dan terbuka terhadap sesuatu yang baru. Maka norma positif mulai terbentuk berdasarkan rencana pengembangan dunia untuk masa depan. 2. Berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Modernisasi memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan dengan teknologi dan ilmu pengetahuan. Manusia bisa merasakan dampak positif modernisasi ketika merasa bahwa pengetahuan dan teknologi baru bisa menunjang kehidupan manusia di kedepannya. 3. Meningkatknya Efektivitas dan Efisiensi Efektivitas yang dimaksud di sini adalah keberhasilan modernisasi dalam membawa manusia tepat ke tujuannya. Kelanjutannya, ada efisiensi yang berarti modernisasi memberikan ketepatan, kecermatan, dan kebergunaan. Dampak Negatif 1. Westernisasi Dampak ini terjadi pada negara timur. Mereka yang berkebudayaan timur berusaha mengikuti gaya Eropa dan Amerika kebarat-baratan. Sejatinya, belum tentu yang diterapkan sesuai dengan mereka yang ingin disebut modern, melihat budaya barunya berasal dari budaya lain. 2. Demoralisasi Modernisasi terhadap tata nilai dan sikap seseorang ternyata tidak hanya berdampak positif, namun juga bisa negatif. Mereka yang salah mengartikan modernisasi bisa saja mengikuti kebudayaan atau perilaku baru yang sebenarnya tidak tepat di jalankan di tempat tinggalnya. 3. Kesenjangan Sosial Ekonomi Ini terjadi ketika sebuah daerah kurang terpengaruh modernisasi, sedangkan wilayah lain lebih banyak terpengaruh. Kejadian ini bisa dilihat dari kualitas ekonomi suatu daerah yang kurang fasilitas dengan wilayah lain yang fasilitasnya lebih banyak. 4. Pencemaran Lingkungan Modernisasi beriringan dengan semakin banyaknya perusahaan industri yang berdiri. Jika aktifitas industri ini tidak memahami keadaan alam, maka bisa terjadi potensi pencemaran juga Apa itu Rotasi dan Revolusi Bumi, Manfaat, serta Akibat yang Timbul Mengenal Apa Itu Agama dan Fungsinya Bagi Manusia Baca juga artikel terkait MODERNISASI atau tulisan menarik lainnya Yuda Prinada - prd/adr Penulis Yuda Prinada Editor Yandri Daniel Damaledo Kontributor Yuda Prinada Subscribe for updates Unsubscribe from updates 98 Buku Guru Kelas XI SMASMK 2. Bentuk Gaya Hidup Modern dalam Keluarga di Indonesia Susanto 1996, mengatakan bahwa bentuk gaya hidup modern yang sedang menjangkiti keluarga di Indonesia di antaranya adalah adalah pola pikir yang menganggap status sebagai sesuatu yang sangat penting. Setiap individu memiliki mobilitas yang tinggi, memiliki kebiasaan untuk bercengkrama di tempat-tempat tertentu, memiliki kebiasaan untuk melakukan olahraga mahal misalnya golf, melaksanakan pernikahan agung, merayakan wisuda, memiliki gaya hidup serba instant, memanfaatkan segala macam jenis-jenis teknologi komunikasi. Sedangkan dalam sumber lain dikatakan bahwa gaya hidup modern seperti yang disebutkan sebelumnya membentuk manusia untuk memiliki kecenderungan bersikap konsumerisme, materialisme, dan hedonisme. Konsumerisme adalah gaya hidup yang menganggap barang-barang mewah sebagai ukuran kebahagiaan dan kesenangan. Materialisme adalah pandangan hidup yang mencari dasar segala sesuatu termasuk kehidupan manusia di dalam alam kebendaan semata-mata dengan mengesampingkan segala sesuatu yang mengatasi alam indera. Hedonisme adalah paham atau pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi merupakan tujuan utama dalam kehidupan didunia. Dari paparan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya gaya hidup modern dapat mengarahkan individu untuk memiliki pola perilaku negatif maupun positif. Pemahaman yang keliru terhadap esensi dari gaya hidup modern cenderung membentuk seseorang untuk berperilaku menyimpang. Pemahaman yang benar terhadap gaya hidup modern justru dapat mengarahkan seseorang untuk memiliki perilaku benar sesuai dengan prinsip-prinsip yang tercermin dalam semangat gaya hidup modern seperti yang sudah disebutkan di atas. 3. Peran Keluarga ditengah Gaya Hidup Modern Dalam perspektif Kristiani diungkap bahwa peran keluarga di tengah gaya hidup modern sangatlah penting dan perlu dicermati. Keluarga Kristiani perlu membangun persekutuan antar-pribadi dan melayani kehidupan. Keluarga Kristiani juga dituntut untuk turut serta mengembangkan kehidupan perutusan gereja. Membangun persekutuan antar-pribadi dapat dilakukan dengan meletakkan cinta kasih sebagai asas dan kekuatan yang mempersatukan masing masing anggotanya. Keluarga Kristen perlu menjaga persatuan yang utuh antara suami- istri dan membangun sebuah bentuk persatuan yang tidak terceraikan. Keluarga Kristen yang modern dalam perkembangan keadaan, perlu memberikan penghargaan yang tinggi terhadap hak-hak dan peranan perempuan, hal ini sebetulnya juga menjadi perhatian negara maupun pada aras dunia. Di samping itu keluarga juga perlu menjunjung tinggi hak-hak anak dan menganggap mereka Diunduh dari http Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 99 memiliki pemikiran yang patut dihargai. Kehadiran orang lanjut usia yang menjadi anggota dalam keluarga juga perlu diperhatikan kebutuhannya dan mendapat penghargaan yang selayaknya. Dalam kaitan dengan perkembagan masyarakat, keluarga dipanggil untuk turut serta dalam mengembangkan masyarakat, karena pada hakekatnya keluarga merupakan sel masyarakat yang pertama dan amat penting. Kehidupan berkeluarga pada hakekatnya merupakan pengalaman hidup bersatu dan berbagi rasa, sadar akan peranan sosial bagi lingkungan. Oleh karena itu, keluarga Kristen perlu menyadari akan rahmat dan tanggung-jawabnya bagi masyarakat. Di tengah perubahan keadaan dan masyarakat keluarga perlu terlibat dalam hidup dan perutusan gereja. Hal itu dapat dilakukan dengan cara sungguh-sungguh membangun persekutuan keluarga yang beriman secara kokoh. Justru di tengah perubahan yang ada, keluarga Kristen harus mampu membangun persekutuan antar anggotanya untuk terus menerus berdialog dengan Tuhan melalui berbagai cara. Melalui keluarga kita bisa membangun persekutuan dengan orang lain dan kebutuhan sesama. Oleh karena itu, keluarga Kristen diharapkan dapat melakukan iltrasi atau menyaring pengaruh negatif dari gaya hidup modern. Dengan demikian di tengah-tengah arus modernisasi keluarga Kristen mampu menjadi agen penanaman semangat positif yang tercermin dalam gaya hidup modern. C. Penjelasan Bahan Alkitab  Kejadian 35 22b-29 Teks ini mengungkap tentang keluarga Yakub yang memiliki tiga belas orang anak Yakub, yakni yang bernama Yusuf. Yusuf pun tumbuh dengan sangat baik dan menjadi anak yang baik pula. Namun oleh karena sikap dari Yakub yang sangat pilih kasih terhadap anak-anaknya, maka saudara-saudara Yusuf yang lain merasa iri hati. Rasa iri hati ini mengakibatkan mereka membuat rencana jahat untuk si Yusuf yaitu dengan menjualnya sebagai budak. Niat tersebut kemudian direalisasikan dalam bentuk tindakan, pada akhirnya Yusuf dijual dan ia menjadi budak di negeri Mesir. Di tanah Mesir Yusuf menjaga hidupnya tetap berkenan kepada Tuhan maka Tuhan menyertai Yusuf. Ia mengalami keberhasilan atas segala usaha yang dilakukannya di negeri asing. Bahkan karena penyertaan Tuhan, Yusuf dapat menjadi pemimpin di tanah Mesir. Dalam hal ini Yusuf dipakai Tuhan untuk menjadi pemelihara hidup bagi suatu bangsa yaitu bangsa Mesir. Selain itu ia juga menjadi pemelihara hidup bagi keluarganya. Dalam ketaatan tersebut Yusuf tumbuh menjadi seseorang yang takut akan Tuhan. Teks ini memberikan pelajaran positif kepada kita semua mengenai ketaatan seseorang kepada Tuhan sebagai pemelihara kehidupan. Yusuf sebagai pemimpin muda di tanah Mesir memiliki gaya hidup modern dan penuh kecukupan bahkan bisa dibilang hidupnya penuh kelimpahan berkat. Meskipun demikian ia Diunduh dari http 100 Buku Guru Kelas XI SMASMK tetap memiliki keteguhan hati untuk memelihara kehidupannya dan kehidupan keluarganya. Walaupun keluarganya pernah membuangnya, namun ia mampu merubah keluarganya menjadi lebih baik, hidup berkecukupan dan seturut dengan kehendak Tuhan.  Matius 19 16-26 Teks ini berbicara mengenai orang muda yang kaya dan tentu saja memilik gaya hidup modern pada zaman itu. Akan tetapi, hidupnya yang bergelimangan harta dan gaya hidup yang up to date, menjadikannya puas dengan hidupnya itu. Ia mengalami kekosongan dan kebimbangan hidup yang membuatnya harus mencari jawaban kepada Tuhan Yesus. Ketika Tuhan Yesus memberi jawaban atas pertanyaan hidupnya, orang muda itu menjadi sedih akibat dari sangat banyaknya harta benda yang dia miliki. Ia mengalami kebingungan atas pilihan hidup yang ingin ia jalani. Namun di tengah kebimbangan tersebut ia lebih memilih untuk hidup dengan harta-harta duniawinya, sehingga ia terjebak dalam pengaruh buruk dari gaya hidup yang ia pilih. Anak muda tersebut lebih mengasihi kehidupan duniawi yang menjadi gaya hidupnya, dibanding sumber kehidupan itu sendiri. Sehingga ia harus rela kehilangan Kristus Tuhan sebagai sumber dari segala kehidupan yang ia miliki di dunia. Teks diatas adalah suatu contoh negatif dari sikap seseorang yang tidak mampu menguasai kehidupannya dan tidak mampu menghindari dampak negatif dari gaya hidup modern yang ia miliki. Akibatya ia kehilangan sumber dari segala kehidupan sejati yaitu Kristus yang adalah Tuhan dan Juruselamat. Melalui teks ini kita di peringatkan untuk tidak bersikap seperti anak muda tersebut. D. Kegiatan Pembelajaran Pengantar Guru meminta peserta didik untuk mendengarkan atau membaca cerita Alkitab dalam Matius 19 16-26 yang bercerita mengenai kehidupan anak muda yang kaya. Kegiatan 1 Curah Pendapat Guru meminta peserta didik untuk menjawab beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan gaya hidup modern. Kegiatan 2 Materi Melalui kegiatan ini guru dapat membimbing siswa untuk lebih memahami materi tentang gaya hidup modern. Agar tidak membosankan, materi dapat disampaikan melalui model pembelajaran inkuiri sosialDiscovery atau model aksi-releksi- Diunduh dari http Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 101 aksi baru. Di sini peran pendidik adalah fasilitator bagi para peserta didik yang mencoba model pembelajaran tersebut. Guru perlu memberikan tanggapan secara positif terhadap apa yang dilakukan oleh siswa. Kegiatan 3 Mengenali Diri Guru membimbing peserta didik dalam kelompok atau individu untuk menggali informasi mengenai bentuk-bentuk gaya hidup modern yang dapat mereka lihat baik secara pribadi, keluarga maupun lingkungan sosial mereka masing-masing. Kegiatan 4 Membuat Tulisan Proyek Guru meminta peserta didik dalam kelompok atau individu untuk membuat tulisan mengenai apa yang mereka temukan ketika melakukan proses menggali informasi tentang bentuk-bentuk gaya hidup modern yang mereka lakukan dan alami di lingkungan keluarga masing-masing. Kegiatan 5 Presentasi Peserta didik baik secara individu maupun kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil yang mereka peroleh dari proses menggali informasi yang telah dikerjakan dengan subjek diri mereka sendiri dan keluarga mengenai bentuk-bentuk gaya hidup modern. E. Penilaian Penilaian sudah diberikan di atas, bukan hanya hasil, namun juga sepanjang proses pengajaran berlangsung. Meskipun demikian tes tetap dapat dilakukan oleh guru untuk mengukur pencapaian indikator kompetensi. Bentuk penilaian juga dapat dilakukan berupa tes lisan, penugasan, penilaian laporan pendek dan penilaian produk. F. Penutup Rangkuman  Gaya hidup modern merupakan sebuah pola hidup yang menyangkut cara bersikap dan berpikir dalam bidang isik, mental dan spiritual, sesuai dengan tuntutan zaman modern, di dalamnya mencerminkan semangat efektif, eisien, praktis, sederhana, menghargai kehidupan dan menghargai waktu.  Dalam perubahan keadaan, keluarga Kristen perlu tetap berpegang pada kehendak Kristus dan berperan sebagai berkat bagi lingkungannya. Diunduh dari http 102 Buku Guru Kelas XI SMASMK  Baik sebagai gereja maupun anggota masyarakat, sangat penting bagi keluarga Kristen untuk membangun persekutuan antar-pribadi, melayani hidup, turut serta mengembangkan masyarakat, dan juga terlibat aktif dalam hidup dan perutusan gereja. Ayat Emas hari ini Peserta didik diminta untuk melengkapi ayat 1 Timotius 315, menghafal, dan mereleksikan isinya. 1. Lengkapilah bagian yang kosong di bawah ini Jadi jika aku______, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai ________, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan__________. 2. Secara bergantian dengan teman sebangku, hafalkanlah ayat tersebut 3. Pahami dan releksikanlah makna ayat tersebut bagi kamu Diunduh dari http Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 103 Penjelasan Bab IX Dampak Modernisasi Bagi Keluargaku Bahan Alkitab 1 Samuel 1 1-16, Efesus 5 22-33 Kompetensi Dasar Menghayati nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan keluarga agar siap menghadapi gaya hidup modern Mewujudkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan untuk menghadapi gaya hidup modern Menjelaskan pentingnya nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan keluarga untuk menghadapi gaya hidup modern Berperan aktif mewujudkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan keluarga untuk menghadapi gaya hidup modern Indikator • Menjelaskan pengertian modernisasi • Mendeskripsikan dampak modernisasi bagi kehidupan keluarga • Menjelaskan pengaruh modernisasi bagi kehidupan keluarga • Memaknai peran keluarga sebagai bejana tanah liat ditengah dampak modernisasi • Mengamati sikap keluarga peserta didik dalam menanggapi laju modernisasi A. Pengantar Modernisasi merupakan produk peradaban abad 20 dari dunia Barat yang dampaknya masih dirasakan sampai pada abad 21. Indonesia sebagai negara dunia ketiga mengenal modernisasi dari penjajahan yang dilakukan oleh bangsa-bangsa Barat, baik secara kultural, sosial, politik dan ekonomi. Proses modernisasi yang berlangsung di Indonesia membuat bangsa ini termasuk keluarga-keluarga Kristen memiliki kecenderungan untuk terjebak dalam dampak negatif dari proses yang terus berlangsung. Berdasarkan latar belakang tersebut maka pembelajaran pada Diunduh dari http 104 Buku Guru Kelas XI SMASMK bagian ini bertujuan untuk memperkenalkan remaja dengan istilah modernisasi, apa dampaknya bagi kehidupan keluarga Kristen dan bagaimana keluarga pada kurun waktu dewasa ini harus menghayati dan memaknai peran mereka di tengah arus modernisasi yang sedang berlangsung. Melalui pembelajaran tersebut selanjutnya peserta didik diharapkan dapat mencapai beberapa indikator yang telah diuraikan di atas. B. Uraian Materi 1. Pengertian Modernisasi Sebagai seorang remaja yang terlibat dalam proses kehidupan modern, kamu perlu memahami kehadiran dan peran keluarga, selanjutnya melakukan analisis agar dapat mengambil sikap yang tepat. Dalam perspektif kristiani dapat diungkap bahwa peran keluarga di tengah gaya hidup modern sangatlah penting dan perlu dicermati. Beberapa aspek dapat diidentifkasi sebagai berikut. Keluarga kristiani perlu membangun persekutuan pribadi-pribadi dan melayani kehidupan. Keluarga kristiani juga dituntut untuk turut serta mengembangkan kehidupan perutusan gereja. Dalam kehidupan keluarga Kristen, perlu dibangun persekutuan pribadipribadi yang dapat dilakukan dengan meletakkan cinta kasih sebagai asas dan kekuatan yang mempersatukan masingmasing anggotanya. Keluarga Kristen perlu menjaga persatuan yang utuh antara suami-istri dan membangun sebuah bentuk persatuan yang tidak terceraikan. Keluarga Kristen yang modern dalam perkembangan keadaan, perlu memberikan penghargaan yang tinggi terhadap hak-hak dan peranan perempuan, hal ini sebetulnya juga menjadi perhatian negara maupun pada aras dunia. Di samping itu keluarga juga perlu menjunjung tinggi hak-hak anak dan menganggap mereka memiliki pemikiran yang patut dihargai. Kehadiran orang lanjut usia yang menjadi anggota dalam keluarga juga perlu diperhatikan kebutuhannya dan dihargai yang selayaknya. Dalam kaitan dengan perkembangan masyarakat, keluarga dipanggil untuk turut serta dalam mengembangkan masyarakat, karena pada hakikatnya keluarga merupakan sel masyarakat yang pertama dan amat penting. Ke hidupan berkeluarga pada hakikatnya merupakan pengalaman hidup bersatu dan berbagi rasa, sadar akan peranan sosial bagi lingkungan. Oleh karena itu, keluarga Kristen perlu menyadari terhadap rahmat dan tanggungjawabnya bagi masyarakat. Di tengah perubahan keadaan dan masyarakat, keluarga perlu terlibat dalam hidup dan perutusan gereja. Hal itu dapat dilakukan dengan cara bersungguhsungguh dalam membangun persekutuan keluarga yang beriman secara kokoh. Justru di tengah perubahan yang ada, keluarga Kristen harus mampu membangun persekutuan antaranggota keluarga untuk terus-menerus berdialog dengan Tuhan dengan berbagai cara. Melalui keluarga kita bisa mem bangun persekutuan dengan orang lain dan melayani kebutuhan sesama. Oleh karena itu, keluarga Kristen diharapkan dapat melakukan fltrasi atau menyaring pengaruh negatif dari gaya hidup modern. Dengan demikian di tengah-tengah arus modernisasi, keluarga Kristen mampu menjadi agen penanaman semangat positif yang tercermin dalam gaya hidup modern. Tahukah kamu bahwa sesungguhnya Alkitab memberikan contoh baik yang positif dan negatif berkaitan dengan gaya hidup modern pada waktu itu. Tentu kita bisa belajar dari contoh-contoh tersebut. Contoh yang positif kita bisa melihatnya dari Kejadian 3522b-29. Sedangkan contoh yang negatif terambil dari Matius 1916-26. Dalam Kejadian 3522b-29 mengisahkan tentang kehidupan keluarga Yakub yang memiliki 13 orang anak. Dari 13 anak tersebut Yusuf yang sudah menginjak remaja dikasihi oleh Yakub. Tentu saja hal ini menyebabkan para saudaranya iri hati. Lalu mereka menjual Yusuf menjadi budak di tanah Mesir. Namun pengaruh keluarga Yusuf yang dekat dengan Tuhan masih sangat mewarnai kehidupan Yusuf di tanah Mesir. Yusuf di tanah Mesir akhirnya dapat menjadi pemimpin muda di tengah lingkungan yang maju, bisa dikatakan modern pada saat itu, Yusuf tetap taat dan menjadi pemimpin muda yang takut kepada Tuhan. Akhirnya, Yusuf mampu menolong bapak dan saudara-saudaranya lepas dari bahaya kelaparan, hidup dalam “gaya hidup modern” di tanah Mesir, tetap memelihara kasihnya kepada Tuhan dan keluarganya. Walaupun saudara-saudaranya pernah membenci dan membuang dia, namun ia mampu mengatasi luka batin dan mengampuni para saudaranya sehingga dia dapat mentransformasi keluarganya, hidup berkecukupan dan tetap berjalan seturut dengan kehendak Tuhan. Contoh yang negatif dapat kita lihat dari kehidupan orang muda yang kaya, yang memiliki “gaya hidup modern” pada waktu itu, dapat kita pelajari dari Matius 1916-26. Meskipun orang muda pada ayat itu hidup bergelimang harta dan gaya hidup yang up to date tetapi ia mengalami kekosongan dan kebimbangan hidup, serta mencari jawaban kepada Tuhan Yesus. Pada saat Tuhan Yesus memberikan pilihan untuk hidup di jalan Tuhan atau “jalan dunia”, sayangnya orang muda tersebut memilih hidup dalam harta dunia yang dimiliki, terkungkung dalam pengaruh gaya hidup buruk yang ia pilih. Akibatnya dia kehilangan Kristus sebagai sumber kehidupan dan berkat. Location Indonesia Bona Pasogit Content Creator, Video Creator and Writer

peran keluarga ditengah gaya hidup modern