4 Kolera. Kolera terutama menyebar melalui jalur feses-oral dan permukaan lingkungan yang terkontaminasi seperti danau atau lahan pertanian. Dengan fokus pada jalur penularannya yaitu sanitasi yang tidak tepat, kita dapat mencegah dan mengendalikan penyebaran penyakit di banyak daerah di mana kolera endemik. 5. Gonore
PenyakitPerut Bunyi - Informasi Lengkap Tentang Pengertian, Gejala, Penyebab, Diagnosis, Cara Pengobatan dan Pencegahan Untuk Kesehatan Penyakit Perut Bunyi. Jika didiagnosis terjangkit salah satu dari penyakit gastrointestinal tertentu seperti penyakit Crohn atau kolitis ulserativa, perawatan bisa dilakukan dengan resep obat dari dokter.
Diareyang sangat menarik perhatian adalah yang disebabkan oleh kolera (kadang oleh bakteri seperti basilus kolon patogen). Toksin kolera secara langsung menstimulasi sekresi cairan dan Angka kematian diare golongan umur balita adalah sekitar 4 per 1000 balita (Ratnawati, 2008). Penyakit Diare Akut (DA) atau Gastroenteritis Akut
Gejalaketika terkena kolera adalah mual dan muntah. Selain itu, pengidap mengalami diare yang berkepanjangan. Diare yang terjadi dalam waktu yang cukup panjang mengakibatkan hilangnya kadar sodium, klorida, dan potasium dalam tubuh. Hal ini membuat pengidap kolera mengalami kram perut yang cukup serius.
Koleraadalah penyakit menular epidemi akut, yang ditandai dengan diare, kehilangan cairan dan elektrolit yang ekstrem, nyeri perut bawah, dan dehidrasi parah. Kondisi ini dapat berakibat fatal. Kolera sering juga disebut dengan penyakit muntaber karena gejala utamanya adalah muntah dan BAB.
Vay Tiền Nhanh Ggads.
Halodoc, Jakarta – Di antara kita semua pasti pernah mengalami sakit perut, mulai dari yang ringan hingga berat. Akan tetapi, sebagian besar penyakit tersebut bukanlah ancaman yang serius. Meski begitu, kamu tidak bisa mengabaikannya begitu saja, karena bisa jadi ini merupakan gejala dari sebuah penyakit yang lebih serius lagi. Apa saja sih penyakit perut yang biasa terjadi? Berikut ulasannya! Maag Penyakit maag ialah jenis penyakit perut yang paling banyak dialami orang. Gejalanya antara lain rasa nyeri di area ulu hati disertai keluhan lain seperti mual, muntah, perut kembung, cepat kenyang, dan bersendawa – terutama ketika kamu merasa lapar. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari makanan yang mengandung gas seperti kol, ubi, dan sawi atau juga karena minuman seperti kopi, alkohol, dan soda. Tidak hanya itu, maag juga bisa muncul akibat stres, kebiasaan merokok, dan efek obat-obatan semisal obat rematik. Penyembuhannya cukup mudah, kamu hanya perlu meminum obat antimaag yang mengandung antasida untuk menghilangkan gejalanya. Kamu yang sering terserang maag pun harus makan dengan teratur ke depannya. Baca juga Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Maag Diare Penyakit ini menyebabkan tinja yang kamu keluarkan wujudnya menjadi sangat encer. Saat terserang diare pun intensitas buang air besar akan semakin sering dan membuat cairan tubuh berkurang dan membuat tubuh si pengidap menjadi lemas. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja dan biasanya disebabkan karena kontaminasi bakteri dan virus pada makanan yang kamu makan. Untuk menyembuhkannya, langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah mengganti cairan tubuh dengan meminum oralit. Antibiotik juga diperlukan untuk membunuh kuman. Sembelit Berkebalikan dengan diare, penyakit ini akan membuat penderitanya mengalami kesulitan buang air besar. Para penderita sembelit biasanya hanya akan buang air besar kurang dari 3 kali dalam seminggu. Padahal normalnya, manusia buang air besar dalam seminggu 5 hingga 7 kali, bahkan lebih sesuai dengan kondisi orang tersebut. Gejala yang dialami oleh para penderita sembelit ialah sakit ketika buang air besar dan memiliki perut yang buncit. Penyebab sembelit adalah kurang konsumsi makanan berserat dan kurang minum air putih. Usus Buntu Penyakit ini agak berbahaya dan butuh pembedahan untuk menyembuhkannya. Usus buntu sendiri ialah organ dalam tubuh yang berbentuk seperti kantong kecil dan tipis dengan ukuran 5-10 sentimeter. Penyakit usus buntu ialah peradangan atau pun pembengkakan yang terjadi pada usus buntu. Gejala untuk penyakit ini ialah nyeri yang parah pada bagian perut, kesulitan untuk membuang gas, serta mengalami mual dan muntah muntah. Penyebab penyakit usus buntu ini adalah batu empedu dan infeksi bakteri. Peradangan yang terjadi pada usus buntu pada umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella dan Shigella. Baca juga Dapatkah Usus Buntu Ditangani Tanpa Operasi? Berikut Ulasannya Disentri Penyakit yang biasa terjadi di wilayah tropis ini ditandai dengan infeksi pada usus dan menyebabkan darah keluar bersamaan dengan tinja. Penyakit ini pun menyebabkan tinja yang keluar menjadi cair seperti saat sedang diare. Gejalanya antara lain adalah kram perut, mual dan muntah, dan demam tinggi. Penyebabnya bakteri Shigella basiler dan Entamoeba histolytica. Cara mudah untuk menghindari penyakit perut yang biasa terjadi di atas adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menjaga kebersihan makanan dari lalat dan kotoran. Nah, jika kamu mengalami salah satu penyakit di atas, segera periksakan dirimu dengan dokter handal di Halodoc. Kamu dapat memanfaatkan fitur Voice Call/Video Call dan Chat untuk menghubungi dokter kapan pun dan di mana pun. Yuk, download Halodoc sekarang juga!
Skip to content Beranda / Informasi Kesehatan / Kesehatan Umum / 7 Jenis Penyakit Perut yang Perlu Anda Kenali No. 3 Berisiko Kematian 7 Jenis Penyakit Perut yang Perlu Anda Kenali No. 3 Berisiko Kematian Macam-macam sakit perut ternyata ada banyak, bahkan ada yang sangat berbahaya. Mulai sekarang, jangan sepelekan jenis sakit perut yang Anda alami, terlebih lagi jika sakitnya tidak kunjung hilang. Lantas, apa saja jenisnya?Macam-Macam Sakit Perut Tidak hanya mulas yang bisa dirasakan pada perut, ada berbagai jenis sakit perut yang perlu Anda kenali, di antaranya 1. Maag Gejala maag biasanya terasa nyeri di daerah ulu hati, disertai keluhan lain seperti mual, muntah, perut kembung, cepat kenyang, dan bersendawa – terutama ketika Anda lapar. Maag dapat disebabkan bakteri Helicobacter pylori H. pylori atau penggunaan antiinflamasi nonsteroid NSAID, yang mengiritasi dan mengubah lapisan mukosa pelindung saluran pencernaan. Selain itu, penyebab penyakit perut ini bermacam-macam, bisa karena makanan, terutama makanan yang mengandung gas seperti kol, ubi, dan sawi. Atau bisa juga disebabkan minuman seperti kopi, alkohol, dan soda. Selain faktor makanan, maag bisa dihubungan dengan faktor stres, merokok, dan konsumsi obat-obat penghilang rasa sakit termasuk obat rematik. Sebenarnya obat-obatan anti-maag atau obat sakit perut yang mengandung antasida cukup untuk mengatasi gejalanya. Antasida ini berfungsi untuk menetralisir asam lambung. Tapi jika rasa sakit itu tidak berkurang, barangkali Anda perlu menemui dokter. Jangan lupa, kurangi makanan yang bisa mengganggu kinerja lambung-makanan yang terlalu asam atau terlalu pedas. Dan mulai sekarang, makanlah dengan teratur. 2. Batu Empedu Batu empedu adalah endapan yang terbentuk pada kantong empedu – kantung kecil berbentuk buah pir yang menyimpan dan mengeluarkan empedu untuk pencernaan. Gejala batu empedu biasanya nyeri ulu hati atau nyeri perut bagian kanan atas yang hilang timbul, akibat adanya batu pada kandung empedu. Kadang kala, rasa nyeri itu seolah menjalar ke bagian belakang tubuh. Makanan berlemak atau bisa juga dikaitkan dengan kadar kolesterol yang terlalu tinggi menjadi penyebabnya. Batu empedu adalah endapan kolesterol, bilirubin, atau garam kalsium lainnya yang terbentuk di kantung empedu atau di dekat saluran empedu. Jika dilakukan pemeriksaan, yaitu dengan USG abdomen sudah dipastikan adanya batu pada kandung empedu, maka sebaiknya harus dioperasi. Apalagi jika itu adalah batu kalsium atau batu non-kalsium yang terlanjur membesar dan mengeras. 3. Usus Buntu Apendisitis adalah salah satu dari macam-macam sakit perut yang bisa mengancam jika pecah atau bocor. Jenis penyakit perut ini timbul disebabkan oleh karena peradangan pada usus buntu organ berbentuk kantong kecil dan tipis, berukuran sepanjang 5 hingga 10 cm yang terhubung pada usus besar. Usus buntu paling sering terjadi pada orang berusia antara 10 dan 30 tahun. Gejala usus buntu biasanya terasa nyeri terus-menerus pada perut bagian kanan bawah, yang sering kali disertai mual dan muntah, dan susah buang air besar BAB ataupun mencret . Kadang kala, rasa nyerinya akan bertambah hingga tiga kali lipat ketika Anda harus berjalan. Badan akan terasa tidak enak dan meriang. Kuman atau bakteri yang masuk menjadi penyebabnya. Jadi jika Anda menyangka penyebabnya adalah akibat terlalu banyak makan cabai atau biji-bijian, Anda termakan mitos. Jika Anda mengalami gejala sakit pada perut di bagian kanan bawah, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Pastikan apakah gejala ini merupakan infeksi usus buntu apendisitis akut. Jika ya, kemungkinan pengobatannya adalah menjalani operasi, dan operasi merupakan cara terbaik karena jika didiamkan saja, maka ada kemungkinan usus pecah, infeksi menyebar ke seluruh perut, yang akibatnya sangat fatal. 4. Kolera Kolera adalah penyakit menular epidemi akut, yang ditandai dengan diare, kehilangan cairan dan elektrolit yang ekstrem, nyeri perut bawah, dan dehidrasi parah. Kondisi ini dapat berakibat fatal. Kolera sering juga disebut dengan penyakit muntaber karena gejala utamanya adalah muntah dan BAB. Jenis sakit perut ini disebabkan oleh kuman Vibrio cholerae atau Bacillus coma. Kuman ini ditularkan melalui makanan dan minuman yang tercemar. Jika mengalami kolera, segera ganti cairan tubuh yang hilang dengan garam oralit. Bila kehilangan cairan tubuh cukup banyak dan Anda sudah tidak dapat menerima cairan dari mulut, maka cairan pengganti diberikan melalui infus. 5. Batu Ginjal Adalah penumpukan mineral pada lapisan dalam ginjal, yang terdiri dari kalsium oksalat dan terdiri dari beberapa senyawa lain. Batu ginjal bisa membesar hingga sebesar bola golf. Gejala batu ginjal ditandai dengan nyeri pada perut kiri atau kanan bawah yang menjalar menuju organ intim. Jika batu ginjal menyerang, boleh jadi Anda akan mengalami rasa nyeri yang luar biasa hebat akibat saluran kemih akan meregang kuat akibat menahan air seni yang tak bisa keluar. Penyebab batu ginjal karena adanya batu di saluran kencing batu ureter. Nyeri yang dirasakan biasanya hilang timbul dan intensitas rasa sakitnya akan makin bertambah hebat ketika kebelet kencing. Pengobatan batu ginjal sebenarnya bisa mengonsumsi obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas atau di apotek. Tapi tentu saja itu tergantung intensitas rasa sakitnya. Pergi ke dokter merupakan langkah cerdas untuk mendapatkan obat penghilang rasa sakit yang biasanya diberikan melalui suntikan. Atau jika batu ginjal terlalu besar dan keras, operasi akan dilakukan untuk pengangkatan. 6. Sembelit Adalah sulit BAB yang ditandai dengan nyeri pada perut yang hilang timbul, lokasinya berada di sekitar pusar. Nyeri perut muncul berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi atau akibat susah BAB. Salah satu dari macam-macam sakit perut ini sering dialami karena kekurangan serat, seperti yang terkandung dalam sayuran. Penyebab sembelit lainnya adalah akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi lemak. Pada kasus yang berat, jenis sakit perut ini bisa disebabkan karena adanya halangan mekanis pada usus seperti radang pada dinding usus, kanker, atau usus yang menonjol keluar. Obat pencahar dapat diminum sebagai obat sakit perut. Sesuaikan dengan penyebab sembelitnya, jika penyebabnya feses terlalu keras, konsumsi obat pencahar yang melunakkan feses, atau pilihlah obat pencahar yang membuat saluran pencernaan terasa penuh sehingga menimbulkan rangsangan untuk BAB, atau pilihlah pencahar yang bisa menyerap cairan. 7. Disentri Jenis sakit perut ini ditandai dengan rasa mulas atau sakit yang hampir mirip ketika hendak melahirkan, sering ke WC untuk BAB mungkin bisa 20 hingga 30 kali BAB, dan feses encer mencret serta berlendir, terkadang feses disertai bercak darah. Disentri disebabkan karena mengonsumsi makanan kotor yang telah terinfeksi kuman shigela disentri atau amuba usus. Untuk mengobatinya, terlebih dahulu Anda harus mengganti cairan dengan garam oralit. Pemberian antibiotika sangat penting untuk membunuh kuman. Tapi tetap saja upaya pencegahan sakit perut lebih penting ketimbang pengobatan. Caranya adalah dengan menjaga kebersihan, membasmi lalat di rumah, serta menjaga makanan dan minuman dari kotoran. Itulah penjelasan macam-macam sakit perut yang perlu Anda kenali. Semoga bermanfaat, ya, Teman Sehat! Anonim. Appendicitis. Diakses 3 September 2019 Bolen, Barbara. 2019. Causes of Stomach Pain and Treatment Options. Diakses 3 September 2019 Kraft, Sy. 2018. Everything you need to know about cholera. Diakses 3 September 2019 Orenstein, Beth W. 2017. 9 Common Digestive Conditions From Top to Bottom. Diakses 3 September 2019 Crosta Peter. 2019. How do you get kidney stones?. Diakses 3 September 2019 DokterSehat © 2023 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi
Kolera merupakan penyakit akibat infeksi usus kecil yang disebabkan oleh bakteri Vibrio choleraePengertian Kolera merupakan penyakit akibat infeksi usus kecil yang disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae. Penyakit ini biasanya menginfeksi lewat makanan atau minuman yang telah terkontaminasi. Bakteri Vibrio cholera mengeluarkan racun di usus yang memicu terjadinya diare yang disertai muntah. Jika tidak segera ditangani, Anda bisa kehilangan banyak cairan dan mengalami dehidrasi. Bahkan penyakit kolera bisa mengancam jiwa. KomplikasiKehilangan cairan dalam jumlah besar bisa berakibat fatal. Anda bisa saja mengalami dehidrasi parah dan syok akibat hal tersebut. Selain itu, ada beberapa komplikasi yang juga bisa terjadi, seperti Hipokalemia. Ini adalah kondisi diamana Anda mengalami kekurangan kalium. Akibatnya bisa terjadi gangguan fungsi jantung dan saraf. Hipoglikemia. Terkadang saat terserang kolera, penderitanya cenderung tak ingin makan. Akibatnya kadar gula darah menurun bahkan bisa saja terlalu rendah. Gagal ginjal. Hal ini terjadi akibat hilangnya fungsi ginjal yang membuatnya mengeluarkan cairan dan elektrolit dalam jumlah besar. Diagnosis Dokter akan melakukan diagnosis kolera melalui serangkaian wawancara berdasarkan gejala-gejalanya. Untuk memperkuat diagnosis, selain pemeriksaan fisik dokter juga melakukan pemeriksaan terhadap usapan rektum atau contoh tinja segar. Karena penyakit ini bisa menjadi berbahaya, dianjurkan untuk secepat mungkin berkonsultasi ke dokter jika Anda mengalami gejala-gejala kolera. Gejala Gejala kolera tidak langsung dirasakan, tetapi dimulai dalam jangka waktu 1-3 hari setelah terinfeksi bakteri. Gejalanya bervariasi, mulai dari diare ringan sampai diare berat yang bisa berakibat fatal. Dalam beberapa kasus, orang yang terinfeksi justru tidak menunjukkan gejala apa pun. Biasanya penyakit dimulai dengan diare encer seperti air yang terjadi secara tiba-tiba, tanpa rasa sakit dan muntah-muntah. Pada kasus yang berat, diare menyebabkan kehilangan cairan sampai 1 liter dalam 1 jam. Kehilangan cairan dan garam yang berlebihan akan menyebabkan Anda mengalami dehidrasi disertai rasa haus yang hebat. Tak hanya itu, Anda juga mengalami kram otot, penurunan produksi air kemih, sehingga badan terasa sangat lemah. Saat dehidrasi, banyaknya cairan yang hilang dari jaringan dapat menyebabkan mata menjadi cekung dan kulit jari-jari tangan mengeriput. Jika tidak segera diobati, ketidakseimbangan volume darah dan peningkatan konsentrasi garam bisa menyebabkan gagal ginjal, syok, hingga koma. Gejala kolera biasanya menghilang dalam 3-6 hari. Kebanyakan penderita akan terbebas dari bakteri ini dalam waktu 2 minggu. Pengobatan Penanganan pertama jika menderita kolera adalah memperbanyak asupan cairan untuk mencegah dehidrasi akibat kolera. Sangat penting untuk segera mengganti kehilangan cairan, garam, dan mineral dari tubuh. Bagi penderita yang mengalami dehidrasi berat, cairan akan diberikan melalui infus. Sementara itu, di daerah yang terjangkit wabah kolera, kadang-kadang cairan diberikan melalui selang yang dimasukkan lewat hidung menuju ke lambung. Hal ini bertujuan untuk mempercepat pergantian cairan. Bila dehidrasi sudah diatasi, tujuan pengobatan selanjutnya adalah untuk menggantikan jumlah cairan yang hilang karena diare dan muntah. Pengobatan awal dengan tetrasiklin atau antibiotik lainnya bisa membunuh bakteri dan biasanya akan menghentikan diare dalam 48 jam. Bila berada di daerah resisten dengan wabah kolera atau Vibrio cholerae, dapat digunakan furozolidone. Makanan padat bisa diberikan setelah muntah-muntah berhenti dan nafsu makan sudah kembali. Pencegahan Untuk mencegah kolera, penting untuk melakukan penjernihan cadangan air dan pembuangan tinja yang memenuhi standar. Selain itu, minumlah air yang sudah terlebih dahulu dimasak. Hindari mengonsumsi sayuran mentah atau ikan dan kerang yang tidak dimasak sampai matang. Pemberian antibiotik tetrasiklin juga bisa membantu mencegah penyakit pada orang-orang yang sama-sama menggunakan perabotan rumah dengan penderita kolera. Sementara itu, vaksinasi kolera tidak terlalu dianjurkan karena perlindungan yang diberikan tidak menyeluruh. Penyebab Penyebab penyakit kolera adalah bakteri Vibrio cholerae. Bakteri tersebut menghasilkan racun yang menyebabkan usus halus melepaskan sejumlah besar cairan yang banyak mengandung garam dan mineral. Karena bakteri ini sensitif terhadap asam lambung, maka penderita yang kekurangan asam lambung cenderung menderita penyakit ini. Kolera juga dapat tersebar melalui air yang diminum, makanan laut atau makanan lainnya yang tercemar oleh kotoran orang yang terinfeksi
Gejala penyerta Selain penyebab, faktor lain yang bisa menjadi pembeda antara sakit perut karena gas dengan masalah kesehatan lainnya adalah gejala. Bila gas yang berlebih tidak dikeluarkan dari usus, Anda akan sakit perut yang disertai dengan kondisi lainnya, antara lain buang gas terus-menerus, baik secara sadar maupun tidak, rasa sakit yang tajam atau kram pada bagian perut, nyeri pada perut berpindah-pindah dan hilang timbul dengan cepat, rasa melilit pada perut, hingga perut kembung dan terasa kencang. Lokasi rasa sakit Orang yang sakit perut akibat gas umumnya akan merasakan nyeri pada separuh perut Anda. Artinya, lokasi rasa sakit karena gas tidak terlalu spesifik, sehingga Anda mungkin bisa merasakannya pada daerah perut yang lebih luas. Sementara itu, sakit perut karena penyakit usus buntu atau kantong empedu biasanya berada di area yang spesifik, seperti perut di bagian bawah sebelah kanan. Tingkat rasa sakit Untungnya, tingkat rasa sakit akibat penumpukan gas dan perut kembung biasanya tidak terlalu mengganggu. Meski begitu, Anda perlu berhati-hati ketika rasa sakit ini berlangsung lebih dari 24 jam atau disertai dengan demam. Di lain sisi, sakit perut akibat batu empedu atau batu ginjal biasanya datang secara bergelombang. Artinya, rasa nyeri sering dimulai dan diakhiri mendadak dengan tingkat rasa sakit yang cukup parah. Bagaimana dengan sakit perut akibat batu ginjal? Selain penumpukan gas, sakit perut pun juga bisa menjadi pertanda dari penyakit ginjal, yaitu batu ginjal. Pasalnya, pada saat batu-batu tersebut mengalami pergerakan di dalam ginjal atau bergerak menuju saluran kemih, perut akan terasa sakit. Dibandingkan dengan sakit perut karena gas, kondisi akibat batu ginjal ini biasanya memunculkan jenis nyeri yang sedikit berbeda yaitu sakit pada bagian samping dan belakang perut, terutama di bawah tulang rusuk, nyeri menyebar dari bagian bawah perut hingga selangkangan, rasa sakit datang bergelombang, dan tingkat intensitas nyeri semakin meningkat. Bila Anda mengalami jenis sakit perut yang disebutkan di atas, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Hal ini bertujuan agar kondisi yang dialami bisa didiagnosis dan dapat diatasi sesuai dengan penyebabnya. Sakit perut akibat usus buntu Bila sakit perut karena gas merupakan penyebab yang umum dan tidak terlalu serius, berbeda dengan nyeri perut akibat usus buntu. Radang usus buntu merupakan pembengkakan pada usus buntu apendiks yang terletak pada bagian usus besar. Kondisi tersebut merupakan masalah kesehatan darurat dan membutuhkan penanganan medis segera. Bila radang usus buntu dibiarkan, organ pencernaan ini bisa pecah dan menyebarkan infeksi pada bagian perut lainnya. Akibatnya, bagian lapisan perut ikut mengalami peradangan dan memicu rasa sakit yang biasanya terjadi di bagian bawah perut. Rasa sakit ini bisa semakin parah dan dimulai dari bagian atas perut, lalu lama-kelamaan berpindah ke bagian bawah kanan. Sakit perut akibat usus buntu biasanya juga disertai dengan gejala lainnya, seperti nafsu makan menurun, mual dan muntah, perut membuncit atau membengkak, rasa sakit menjalar hingga ke anus, demam, serta susah buang angin kentut. Kapan harus periksa ke dokter? Kebanyakan orang cenderung menganggap sakit perut yang dialami merupakan masalah sepele, sehingga memilih untuk membiarkannya saja. Faktanya, sakit perut sangat mungkin berubah menjadi kronis dan merupakan pertanda dari penyakit lainnya. Itu sebabnya, rasa sakit pada perut, entah itu karena gas maupun usus buntu, yang disertai dengan gejala lainnya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Ada beberapa gejala yang perlu diwaspadai yang sering menyertai nyeri perut, seperti BAB berdarah, frekuensi BAB berubah, berat badan menurun, sembelit atau diare, mual atau muntah terus menerus atau berulang, sesak napas, atau nyeri pada dada. Bila memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter untuk memahami solusi yang tepat bagi Anda.
penyakit perut seperti kolera